BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pemandu
Wisata (Pramuwisata)
2.1.1 Pengertian
Pemandu wisata
Pramuwisata adalah
orang yang memimpin dan bertugas memberi bimbingan, penjelasan, dan petunjuk tentang objek wisata
serta membantu segala sesuatu yang dilakukan wisatawan dari
persiapan sampai pada akhir suatu kegiatan wisata. Pramuwisata sering disebut
juga sebagai “The Ambassador of His
Country”, orang yang dipercaya untuk memperkenalkan negaranya dengan segala
konsekuensinya.
2.1.2 Penggolongan Pramuwisata Umum
1. Penggolongan berdasarkan pada status
kepegawaian:
a.
Payroll Tour Guide, jenis Pramuwisata Umum yang menjadi
pegawai tetap suatu
usaha jasa Biro
PerjalananWisata (Tour Operator).
b.
Part Time / Freelance Tour Guide, jenis
Pramuwisata Umum yang tidak berstatus pegawai tetap
pada salah satu usaha jasa Biro Perjalanan Wisata ( Tour Operator ).
2. Penggolongan berdasarkan jumlah
wisatawan:
a.
FIT ( Free Individual Tour ) Tour Guide, jenis
Pramuwisata Umum yang karena kemampuannya
belum maksimal mereka baru berani menangani wisatawan-wisatawan perorangan.
b.
GIT ( Group Inclusive Tour ) Tour Guide, jenis
Pramuwisata Umum yang sudah memiliki kemampuan untuk menangani wisatawan
rombongan.
3. Penggolongan berdasarkan pada jenis paket
wisata yang diserahkan:
a.
Domestic Tour Guide, jenis Pramuwisata Umum yang karena
keterbatasan penguasaan bahasa asing hanya mengkhususkan diri menangani
wisatawan nusantara.
b.
Inbound Tour Guide, jenis Pramuwisata Umum
yang memiliki kemampuan untuk menangani wisatawan mancanegara, di antara mereka
ada yang disebut sebagai multi lingual Tour Guide karena banyaknya bahasa asing
yang dikuasainya.
2.1.3
Fungsi Pramuwisata Dalam
Pelaksanaan Perjalanaan
Adapun fungsi dari pramuwisata dalam pelaksanaan perjalanan adalah sebagai
berikut:
a.
Mengatur
perjalanan sesuai dengan itinerary yang telah ditentukan dan disetujui wisatawan.
b.
Memimpin
perjalanan pada waktu perjalanan berlangsung dan perhentian atau stop
: tour stop, lunch stop, rest stop.
c.
Bekerja
sama dengan SDM (Sumber Daya Manusia) lain yang terlibat dalam perjalanan.
d.
Mengantisipasi
bila terjadi perubahan atas itinerary
sesuai dengan prosedur perusahaan.
e.
Selain
memimpin juga menjadi penasihat perjalanan.
2.1.4
Tugas Pramuwisata Dalam Pelaksanaan Perjalanan
1.
Di
Terminal (bandara, pelabuhan, stasiun)
a.
Pengurusan
prosedur penumpang / wisatawan dan barang pada waktu kedatangan dan keberangkatan
b.
Penyiapan
dokumen yang diperlukan.
c.
Penyiapan
pembayaran operasional yang diperlukan.
2.
Di
tempat akomodasi/ Hotel
Akomodasi adalah sarana untuk
menyediakan jasa pelayanan penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum
serta jasa lainnya.
a.
Pengurusan
prosedur check- in dan check - out.
b.
Pengaturan
kamar dan barang.
c.
Pengaturan
makan dan fasilitas lain dari hotel.
d.
Pencocokan
dokumen termasuk selektivitas pembayaran.
e.
Penjelasan
fasilitas hotel dan lay out hotel.
3. Di tempat makan / restaurant (hotel
atau di luar)
a.
Menguasai
service ( termasuk ) yang diberikan.
b.
Mengetahui
pengetahuan atas menu, cara makan, dan
selektivitas accounting.
4. Di tempat entertainment
a.
Mengetahui
service ( termasuk ) yang diberikan.
b.
Mengerti
atas lakon atau cerita serta peran
c.
Selektivitas Account
5. Di tempat belanja
Tidak memberikan kesan merupakan
bisnis pramuwisata.
6.
Komunikasi Pramuwisata
1.
Source, Message, Chnnel, Receiver
a.
Source yaitu sikap, pengetahuan,
ketrampilan pramuwisata.
b.
Message yaitu cara Tour Guide menyusun Topic of Commentary.
c.
Channel yaitu pemilihan media bahasa
dan media pendukung.
d.
Receiver yaitu pengenalan tour participant yang dihadapi.
2.
Pramuwisata Profesional
1.
Sikap
Sikap
seorang pramuwisata harus menunjukan sikap yang baik kepada peserta tour dan
rekan-rekan kerja, dan Masyarakat Setempat.
2.
Keterampilan
Sebagai
seorang pramuwisata yang profesional Menunjukan keterampilan yang baik kepada
Peserta tour dan rekan-rekan kerja, dan Masyarakat Setempat.
3.
Pengetahuan
Sebagai seorang pramuwisata yang profesional Menunjukan
Pengetahuan yang baik kepada Peserta Tour, Rekan
Kerja, dan Masyarakat Setempat.
4.
Sikap Pramuwisata
1.
Sopan
2. Tenang
3. Pro Aktif
4. Antusias
5. Percaya Diri
6. Sensitif
7. Peka Terhadap Lingkungan
8. Responsif
9. Disiplin
2.2
Paket
Wisata
Atau Produk Wisata
2.2.1
Pengertian
Produk Wisata
Produk
wisata diperuntukan bagi pemuasan akan kebutuhan dan keinginann dari konsumen.
Pada dasarnya suatu produk di klasifikasikan dengan berbagai cara, antara lain
berdasarkan pada daya tahan produk dalam penggunaanya atau wujud produk
tersebut .
Berdasarkan kriteria
tersebut Tjiptono (2002: 5), mengelompokkan produk menjadi tiga kelompok, yaitu
:
a.
Non-durable
goods (barang yang tidak terlalu lama), yaitu barang yang
dikonsumsi sekali pakai atau memiliki
jangka waktu kurang satu tahun.
b.
Durable
goods (barang yang dapat bertahan lama), yaitu barang yang
bersifat tahan lama dan dapat dipergunakan lebih dari satu tahun.
c.
Servise (jasa), yaitu
suatu aktifitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan oleh suatu perusahaan untuk dijual.
Menurut
Stanton dalam Alma (2000;20), Produk adalah seperangkat atribut, baik berujud
maupun tidak berujud, termasuk didalamnya masalah warna,harga,nama baik pabrik,
nama baik perusahaan dan pelayanan serta pelayanan pengecer yang diterima oleh
pembeli untuk memuaskan keinginannya.
Produk
tidak hanya berbentuk barang yang berujud, akan tetapi juga sesuatu yang tidak
berujud,seperti pelayanan jasa, produk, dan lain sebagainya, dipergunakan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan (needs
and wants) dari konsumen. Konsumen tidak hanya membeli produk sekedar
memuaskan kebutuhan (needs), akan
tetapi juga bertujuan memuaskan keinginan (wants),
Swasta (1999 :30) mendefinisikan produk
sebagai sifat komplek, perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginannya.sehingga pada dasarnya konsumen membeli
sekumpulan sifat fisik dan kimia sehingga alat pemuas kebutuhanya setiap
kombinasi akan memberikan kepuasan yang berbeda.
2.2.2 Pengertian
Kualitas Produk
Perusahaan akan selalu berusaha untuk memuaskan pelanggan
mereka dengan menawarkan produk yang bekualitas.produk yang berkualitas adalah
produk yang memiliki manfaat bagi pemakainya (konsumenya) jika seseorang
membayangjan manfaat yang akan diperoleh dari produk yang akan mereka
pergunakan . Manfaat dalam suatu produk adalah konsekuensi yang diharapkan
konsumen ketika mereka membeli dan menggunakan suatu produk.
Banyak definisi yang diungkapkan oleh para ahli
ekonomi, Menurut Kotler (2000:347), “Kualitas produk perupakan ciri dari
karakteristik suatu barang atau jasa yang berpengaruh pada kemampuanya untuk
memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun tersirat”. Komarrudin (1999:253),
Mendefinisikan kualitas produk sebagai berikut:” Karena itu kualitas tersebut
dapat menggambarkan salah satu hal-hal seperti kemampuan untuk mengunakan (quality of comformance), karakteristik
mutu (quality of characteristic), fungsi mutu (quality function),dan nama sebuah bagian dalam organisasi (quality department)”.
Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa definisi
diatas adalah bahwa kualitas suatu produk merupakan kadar dari tingkat baik
buruknya suatu yang terdiri dari semua factor yang melekat pada barang atau
jasa sehingga barang tersebut memiliki kemampuan untuk dipergunakan sebagaimana
yang diinginkan oleh para konsumen produk tersebut. Pada dasarnya suatu
peningkatan kualitas produk memerlukan suatu peningkatan kemampuan untuk
dipergunakan sebagaimana yang diinginkan oleh para konsumen produk tersebut
lebih besar. Oleh karna itu diperlukan kualitas produk yang tinggi agar
kepuasan pelanggan dapat terpenuhi. Suatu tanggung jawab yang besar bagi
perusahaan untuk memastikan produknya memenuhi kebutuhan pelanggan.
2.3
Pengertian
Sasak Dan Sasak Tour
2.3.1 Pendapat-Pendapat
tentang Arti dan Makna Sasak Lombok
Sasak dan Lombok memiliki arti yang
beraneka ragam, adapun Sasak dan Lombok dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.
Dari
sumber lisan : Sasak karena zaman dahulu ditumbuhi hutan belantara
yang sangat rapat.
2.
Tim
Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa : Sasak diartikan
buluh bambu atau kayu yang di rakit menjadi satu.
3.
Kitab
Negarakertagama (Decawanana). Sasak dan Lombok dijelaskan bahwa
Lombok Barat disebut Lombok Mirah dan Lombok Timur disebut Sasak Adi.
4.
Goris
: Sasak berasal dari bahasa Sansekerta (Sak = pergi dan Saka = asal). Jadi
orang Sasak adalah orang yang meninggalkan negerinya dengan menggunakan rakit
sebagai kendaraannya. Orang yang pergi tersebut dimaksudkan adalah orang Jawa.
Hal ini dibuktikan dengan adanya istilah para bangsawan dan juga hasil sastra
diubah dalam bahasa Jawa Madya dan berhuruf Jejawan (huruf Sasak).
5.
Dr
Van Teeuw dan P. De Roo De La Faille : Sasak berasal dari pengulangan
tembasaq (kain putih) yaitu saqsaq sehingga menjadi Sasak dan Kerajaan Sasak
berada disebelah barat daya.
6.
Ditjen
Kebudayaan Propinsi Bali : di Pujungan Tabanan Bali terdapat sebuah
tongtong perunggu yang dikeramatkan bertuliskan “Sasak dana prihan, srih
javanira”. Tong tong itu di tulis setelah Anak Wungsu (sekitar abad ke-12).
7.
Dalam
babad Sangupati, Lombok terkenal dengan nama Pulau Meneng (sepi).
8.
van
der Hagen, : Pada tahun 1603 di Labuan Lombok banyak beras yang murah dan
hampir setiap hari di kirim ke Bali sehingga pelabuhan Lombok dipopulerkan
menjadi Lombok.
Sampai akhir abad ke-19, pulau
Lombok terkenal dengan nama Selaparang. Kerajaan ini semula bernama Watu
Parang kemudian berubah menjadi Selaparang. Dalam suatu memori tentang
kedatangan Gajah Mada di Lombok, waktu itu pulau Lombok disebut Selapawis
(bahasa kawi : sela berarti batu dan pawis berarti ditaklukan).
Jadi Selapawis berarti batu yang ditaklukan.
2.3.2
Sasak dan Lombok Sebuah Satu Kesatuan
Sasak dan Lombok mempunyai kaitan
yang erat sehingga tidak dapat dipisahkan. Ia terjalin menjadi satu yang
berasal dari kata ” Sa’sa’ Lombo”. Kata sa`= satu dan lombo`
= lurus. Dengan demikian, Sasak Lombok berarti satunya lurus atau ”satu-satunya
kelurusan”.
Selanjutnya dijelaskan arti dan makna Sasak Lombok ditinjau
dari beberapa segi, antara lain :
1. Segi Bahasa.
Bahasa
Sasak sangat sederhana, paling banyak hanya terdiri dari dua suku kata.
Cukup dengan menambahkan kata ”timur” atau “barat”, dan ”Utara atau
Selatan” Contoh Mamben Lau’, Mamben Deye. Kemudian apabila di tempat itu
berdiri sebuah pohon, misalnya pohon asam maka dusun yang dicarikan nama
itu, cukup dinamakan dengan ”Dasan Bagik” (bagik = asam).
2. Segi keyakinan dan bermasyarakat
Suku Sasak
bersandar pada Sa’sa’ Lombo’, sebagai sesuatu yang diyakini. Hal ini
berpengaruh positif dalam hidup dan kehidupannya. Adapun sikap-sikap yang
dimaksudkan dalam hidup beragam, yaitu:
a.
Penyerahan
diri kepada Tuhan (Tauhid).
b.
Taat
kepada Tuhan
c.
Taat
kepada pemerintah
d.
Taat
kepada orang tua
Suku Sasak
sangat teguh memegang apa yang diajarkan sebelumnya begitu pula dalam hidup
bermasyarakat seperti :
a. Penyebaran Islam pada tingkat permulaan hanya
yang shalat para mubaligh, karena mereka sangat taat dengan ajaran yang sudah
diterimanya dari guru yang pertama tadi. Hal ini terbukti pada masyarakat yang
dinamakan ”Islam Waktu Telu”.
b. Penduduk Lombok sangat taat
kepada orang tua (ibu bapak atau orang yang lebih dewasa). Jika orang tua telah
memiliki pendapat atau saran, maka yang lainnya harus ikut pendapat atau saran
tersebut.
Kejujuran
atau kesederhanaan mereka beranggapan bahwa orang yang lebih tua dan patut
lebih dihormati itu tidak akan membohonginya. Itulah yang menjadi dasar bagi
masyarakat ”Waktu Telu” pada masa transisinya, bahwa untuk
menjalankan syari’at agama, lebih banyak diserahkan pada para Kiyai dan Pemangkunya.
3. Segi ketaatan kepada pemerintah.
Kesederhanaan
orang Sasak dalam menjalankan ajaran agamanya ”taat kepada Tuhan, taat kepada
Rasul dan taat kepada pemerintah”. Dalam hal ini nampak kelemahan bagi
mereka yang bulat-bulat menyerahkan persoalannya kepada seorang pemimpin.
Kalaupun ada yang kemudian ternyata menipunya, mereka juga tidak akan
memberikan reaksi yang berlebih-lebihan. Paling-paling mereka akan menggerutu
dalam bahasa sasak mengatakan : ”Ia penje ia penjahit, ia pete ia dait,
bagus pete bagus tedait, lenge pete lenge tedait”.
Dari
penjelasan tersebut di atas maka dapat disimpulkan nama suku dan pulau ini
berasal dari ”Sa’sa’Lombo” menjadi Sasak Lombok yang artinya
satu-satunya kelurusan. Dengan demikian orang Sasak Lombok adalah
orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran (kelurusan).
2.4 Itenerary
2.4.1
Pengertian tour itinerary or tour programe
Kodyat dan Ramaini dalam bukunya kamus Pariwisata dan Perhotelan (1992)
memberikan pengertian tour itinerary sebagai berikut:
“Tour Itinerary adalah suatu daftar dan jadwal acara tour dengan
data-data lengkap mengenai hari,
tanggal, jam, tempat-tempat
(obyek) wisata, hotel
tempat menginap, tempat pemberangkatan, tempat
tiba, acara-acara yang
disajikan sehingga menggambarkan
jadwal pelaksanaan maupun keseluruhan acara tour dari awal sampai akhir.”
Menurut Nuriata (Perencanaan
Perjalanan wisata, 1992)
pengertian program perjalanan wisata adalah
kumpulan daftar informasi
yang berisikan tentang
segala sesuatu kegiatan perjalanan. Istilah
tour itinerary dan tour programme
mempunyai pengertian yang
sama yaitu acara perjalanan
wisata. Oleh karena
itu janganlah menjadi
bingung dengan adanya
kedua istilah tersebut.
Tour
itinerary yang disusun
oleh tour programmer harus
benar-benar dapat dijadikan
suatu .pedoman dalam pelaksanaan
kegiatan tour bagi
seorang tour conductor
maupun bagi wisatawan selaku
peserta tour. Untuk itu sebuah tour itinerary yang telah disusun sebaiknya
ada kaitannya dengan minat
peserta tour dan gambaran dari tour
itinerary yang telah
disusun sebaiknya ada kaitannya
dengan minat peserta
tour dan gambaran
dari tour itinerary
yang menyangkut jadwal, lama
waktu dikonsumsi, tujuan
perjalanan dan perlengkapan
yang diperlukan untuk melakukan perjalanan tersebut.
Tour itinerary dapat diartikan dari berbagai
sudut pandang:
a.
Tour itinerary
sebagai suatu produk
yang menghasilkan suatu
produk bayangan dari
suatu perjalanan wisata. Dengan adanya tour itinerary maka sudah
tergambar produk perjalanan yang akan
dinikmati oleh wisatawan,
misalnya Java-Bali Overland
dengan kunjungan ke Borobudur,
Kraton yogyakarta, Gunung
Bromo, kemudian transfer
ke Pulau Bali.
Selama di Bali ke Kintamani, pura
Besakih, Tanah Lot dan Pantai Kuta.
b.
Tour itinerary sebagai
suatu perencanaan. Tour
itinerary yang sudah
disusun bisa dijadikan sebagai rencana
perjalanan yang akan
dilaksanakan dan juga
merupakan rencana kegiatan yang
harus diselesaikan oleh suatu perusahaan perjalanan.
c.
Tour Itinerary
sebagai suatu kumpulan
data yang harus
menunjukkan tindakan dan
urutan langkah pekerjaan dari suatu perjalanan.
d.
Tour itinerary
merupakan suatu hasil esai yang terdiri dari kumpulan kata-kata yang disusun untuk menunjukkan langkah-langkah
tindakan suatu perjalanan.
Menyusun tour itinerary
sama halnya dengan
menyusun suatu perencanaan.
Perencanaan adalah suatu kebijaksanaan
yang diputuskan pada
saat ini untuk
dilaksanakan dimasa yang akan
datang. Untuk itu
dalam menyusun tour
itinerary harus diperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
sewaktu penyelenggaraan tour tersebut.
2.4.2
Tour
Itinerary sebagai Suatu Sistem
Sebagai suatu sistem, tour itinerary merupakan rangkaian dari beberapa
sub-sistem yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Sub-sistem tersebut
adalah:
a.
Wisatawan, sebagai pemakai produk
b.
Waktu dan fasilitas yang dipakai
c.
Penyusunan/ keputusan harga
No comments:
Post a Comment